8 Fakta Mengerikan tentang Gas Sarin yang Menewaskan Ratusan Anak di Suriah

0
65

Palingtahu.com – Dunia dihebohkan dengan berita serangan gas sarin di Kota Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, Suriah pada Selasa, 4 April 2017. Serangan itu menewaskan 100 orang dan lebih dari 400 lainnya menderita sakit dan luka-luka.

Para korban yang tewas didominasi anak-anak. Banyak pihak menuduh pasukan yang setia kepada Bashar al-Assad sebagai pelaku dari serangan mematikan itu.

Dikutip dari Wikipedia, sarin atau dikenal juga dengan nama GB adalah senyawa organofosfat dengan rumus [(CH3)2CHO]CH3P(O)F. Senjata pemusnah massal ini adalah  molekul kiral (biasanya rasemat), dengan empat substituen melekat pada pusat fosfor tetrahedral

Dibalik itu semua, sarin adalah senjata kimia yang paling mematikan. Berikut 8 fakta mengerikan tentang sarin yang telah menewaskan ratusan anak di Suriah :

Sejarah awal sarin

Sarin tak sengaja ditemukan di Jerman pada tahun 1938 oleh Schrader, Ambros, dan Ruediger et Van der Linde saat mereka melakukan penelitian untuk mengembangkan pestisida yang handal. Hasil temuan itu diberi nama Sarin yang diambil dari akronim nama ketiga penemunya.

Sejarah sarin gas
Kelinci percobaan untuk uji coba sarin gas (Foto : Wikipedia)

Menurut laman encyclopedia.com, setelah penemuan itu, Jerman membangun sebuah pusat studi bernama Dyernfurth untuk memproduksi sarin hingga 10 ton. Namun senjata kimia itu tidak digunakan para tentara Nazi saat Perang Dunia II.

Kelas senjata pemusnah massal

Dikutip dari Wikipedia, sarin diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal sebagaimana tertuang dalam Resolusi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) 687.

Senjata sarin yang digunakan Saddam Hussein (Foto : Kevin Bromley)

Bahkan aktivitas produksi dan penimbunan sarin dilarang keras oleh Konvensi Senjata Kimia tahun 1993 dan dikategorikan sebagai Jadwal Substansi 1.

Sebagai senjata kimia, sarin bisa dilepas dalam bentuk gas di udara ataupun dipasang dalam misil rudal. Kedua teknik ini sama-sama berbahaya dan mematikan.

Teror sarin dari waktu ke waktu

Serangan menggunakan gas Sarin paling terkenal terjadi pada tahun 1988 di kota Halabdja yang menjadi wilayah yang menjadi populasi etnis Kurdi. Serangan itu terjadi saat konflik antara Iran dan Irak.

Bahaya gas sarin
Halabja saat diserang dengan gas sarin (Foto : Youtube.com)

Tercatat 5.000 orang tewas dan 65.000 orang terluka setelah terpapar gas beracun itu. Saddam Hussein menjadi orang yang paling bertanggungjawab atas serangan itu.

Selain itu, serangan menggunakan senjata kimia ini juga pernah terjadi di kereta bawah tanah di Jepang pada 20 Maret 1995. Kejadian itu menewasakan 11 orang dan melukai 5.500 lainnya.

Menurut laporan CNN, pada tahun 2013, Chuck Hagel yang menjabat Menteri Pertahanan Amerika Serikat saat itu mengumumkan jika Suriah menggunakan senjata pemusnah massal sarin dalam jumlah kecil dan telah membunuh 150 orang di negara itu.

Yang terbaru adalah serangan di Provinsi Idlib, Suriah yang menewaskan sedikitnya 100 orang dan 400 lainnya luka-luka pada 4 April 2017. Presiden Suriah Bassar al-Assad dituduh berada dibalik serangan tak manusiawi itu.

Senjata paling mematikan

Sarin dikenal sebagai senjata pemusnah massal paling mematikan. Saat gas sarin terhirup dan masuk melalui pori-pori kulit, gas ini langsung melumpuhkan pusat pernapasan dari sistem saraf. Gas beracun ini juga akan melumpuhkan otot-otot sekitar paru-paru korbannya.

Gas sarin di Suriah
Salah satu anak korban gas sarin di Suriah (Photo : Time)

Sarin dapat langsung menyebabkan kematian pada korban yang terpapar. Korban akan mati lemas tak berdaya. Korban yang terkena kontak langsung dengan gas ini akan menderita kejang-kejang, sulit bernapas dan mulut berbusa.

Gas sarin mempunyai kemampuan mematikan 26 kali dari gas sianida. Hanya satu tetes sarin bisa membunuh seseorang.

Sulit terdeteksi

Sarin adalah cairan bening, tidak berwarna dan tidak memiliki bau. Senjata pemusnah massal ini bisa dilepas di udara dan akan berbaur bersama udara.

Gas sarin di Suriah
Gas sarin di Suriah (Foto : Al Jazeera)

Karena itu pula gas mematikan ini sulit terdeteksi. Sarin bisa bertahan lama di atmosfer hingga 6 jam.

Menurut laman emergency.cdc.gov, sarin bisa menguap dan menyebar bersama udara ke lingkungan, atau masuk ke air dan makanan yang terkontaminasi.

Gas beracun ini juga dapat masuk melalui kontak mata atau kulit dan terhirup udara yang sudah terkontaminasi sarin.

Gejala umum korban sarin

Korban yang terkena sarin mungkin tidak tahu mereka terkena gas mematikan itu. Orang yang terkena sarin dalam takaran rendah akan mengalami beberapa gejala seperti ingusan, mata berair, pupil mata mengecil, sakit mata, penglihatan kabur, air liur dan keringat berlebihan, batuk, kram, sesak napas, diare, mual, muntah atau merasakan nyeri pada perut.

Korban sarin di Suriah
Korban sarin gas di Suriah yang selamat (Foto : USA Today)

Selain itu, korban juga akan mengalami peningkatan buang air kecil, kantuk, sakit kepala, kelelahan, denyut jantung berdetak cepat atau lambat dan terlihat kebingungan.

Sedangkan korban yang terpapar sarin dalam dosis yang besar akan mengalami kejang-kejang, kelumpuhan, hilang kesadaran, sesak napas, hingga gagal pernapasan dan menyebabkan kematian.

Efek jangka panjang sarin

Korban yang terpapar sarin dan tidak meninggal, akan mengalami kerusakan di bagian dalam tubuh secara permanen. Gas ini merusak paru-paru, mata dan sistem saraf pusat.

Wanita korban sarin
Wanita korban sarin (Photo : India Today)

Para korban akan menderita kelumpuhan permanen dan untuk waktu yang sangat lama.

Negara pemilik sarin

Menurut situs Encyclopedia.com, hingga kini tercatat beberapa negara yang memiliki senjata pemusnah massal ini. Saat ini Rusia memiliki 11.700 ton sarin.

Bahaya sarin
Bahaya sarin (Foto : Pentapostagma.gr)

Senjata kimia itu mereka peroleh pada akhir Perang Dunia II. Saat itu Uni Soviet (sekarang Rusia) mengamankan laboratorium sarin milik Nazi di Dyernfurth dan mulai memproduksi senjata itu.

Amerika Serikat tercatat memiliki 5.000 ton sarin. Negara adidaya ini memproduksi sarin pada tahun 1950 hingga 1956. Kini sarin disimpan di beberapa tempat di Amerika Serikat.

Selain kedua negara super power, itu beberapa negara juga tercatat menyimpan sarin sebagai salah satu senjata yakni Suriah, Mesir, Iran, Libya, Irak dan Korea Utara.

Keberadaan sarin ini bisa menimbulkan perang senjata kimia di masa depan dan tentunya akan mengancam kehidupan umat manusia.

Beberapa fakta di atas memberikan gambaran betapa mengerikan betapa mengerikan efek dari gas sarin. Damai itu indah kawan!

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa SHARE!

Berikan Komentar Anda!

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here